Minggu, 26 Desember 2010

model STP

Strategi Pemasaran

Menurut Armstrong dan Kotler (2000:5), marketing adalah “A societal process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering and freely exchanging products and services of value with others”.

Sedangkan pengertian Marketing strategy menurut Armstrong dan Kotler (2000:37), yaitu “The marketing logic by which the business unit hopes to achieve its marketing objective”.

Menurut Guiltinan dan Paul (1992), definisi strategi pemasaran adalah pernyataan pokok tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan pada target pasar yang ditentukan.

Segmentasi (Segmentation)

Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi adalah ”The process of dividing a larger market into smaller pieces based on one or more meaningful, shared characteristic”. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu perusahaan dapat melakukan program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen.

Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:

1. Demografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.

2. Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain. Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psychografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen.

3. Perilaku
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.

Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:

• Measurable :Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
• Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
• Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
• Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
• Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.

Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:

1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Targeting

Menurut Solomon dan Elnora (2003:232), Target market ialah ”Group that a firm selects to turn into customers as a result of segmentation and targeting”. Setelah pasar dibagi-bagi dalam segmen-segmen, maka perusahaan harus memutuskan suatu strategi target market.

Perusahaan dapat memilih dari empat strategi peliputan pasar:

1. Undifferentiated targeting strategy, strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa, sehingga hanya ada satu bauran pemasaran yang digunakan untuk melayani semua pasar. Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen.

2. Differentiated targeting strategy, perusahaan menghasilkan beberapa produk yang memiliki karakteritik yang berbeda. Konsumen membutuhkan variasi dan perubahan sehingga perusahaan berusaha untuk menawarkan berbagai macam produk yang bisa memenuhi variasi kebutuhan tersebut.

3. Concentrated targeting strategy, perusahaan lebih memfokuskan menawarkan beberapa produk pada satu segmen yang dianggap paling potensial.

4. Custom targeting strategy, lebih mengarah kepada pendekatan terhadap konsumen secara individual.

Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu:

1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran.

2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi korporat perusahaan.

Positioning

Menurut Solomon, dan Elnora (2003:235), Positioning ialah “Developing a marketing strategy aimed at influencing how a particular market segment perceives a good or service in comparison to the competition”.

Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para pesaingnya.
Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:

a. Positioning berdasarkan perbedaan produk.
Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya perbedaan dan manfaatnya.

b. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut.
Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.

c. Positioning berdasarkan pengguna produk.
Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa pengguna produk.

d. Positioning berdasarkan pemakaian produk.
Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut dikonsumsi.

e. Positioning berdasarkan pesaing.
Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.

f. Positioning berdasarkan kategori produk.
Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk, terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.

g. Positioning berdasarkan asosiasi.
Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

h. Positioning berdasarkan masalah.
Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.

Langkah dalam mengembangkan strategi positioning yaitu:

1. Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia memperoleh keunggulan komparatif.

2. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive advantage, perusahaan harus meyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari perusahaan yang bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya.

3. Perusahaan harus mengevaluasi respon dari target market sehingga dapat memodifikasi strategi bila dibutuhkan

Labels: Manajemen Pemasaran

Sabtu, 25 Desember 2010

Kepribadian dan Gaya Hidup

Pola Yang Bisa Dilihat Dari Kepribadian, Nilai Dan Gaya Hidup

Menurut Horton (1982) Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, tempramen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan perilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya. Goldon Allport mendefinisikan personality/kepribadian sebagai suatu organisasi dinamik dari system-sitem psikologis dalam individu yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya.

Secara general, personality sendiri merupakan keseluruhan total cara seorang individu beraksi dan berinteraksi dengan yang lain.

Personality seseorang, ditentukan oleh tiga hal yang saling mendukung satu sama lain, dan merupakan satu kesatuan,yakni,
1. Genetik.Keturunan
2. Lingkungan, mulai dari budaya, lingkungan keluarga, sekolah, pergaulan.
3. Situasi, kepribadian seseorang bisa berubah pada situasi-situasi tertentu.

Idealnya seseorang akan memiliki kepribadian yang tidak jauh beda dengan leluhurnya/orang tuanya. Tetapi karena adanya pengaruh lingkungan atau situasi tertentu, bukan tidak mungkin kepribadiannya berbeda dengan ciri keperibadian keluarganya.

Kepribadian memiliki banyak segi dan salah satunya adalah self atau diri pribadi atau citra pribadi. Mungkin saja konsep diri actual individu tersebut (bagaimana dia memandang dirinya) berbeda dengan konsep diri idealnya (bagaimana ia ingin memandang dirinya) dan konsep diri orang lain (bagaimana dia mengganggap orang lain memandang dirinya). Keputusan membeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli.

Banyak pakar memandang pentingnya penerapan nilai kepribadian kepada seseorang khususnya generasi muda. Nilai kepribadian mengabarkan kita tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan, termasuk sebagai cermin tingkah laku seseorang. Dari beragam pendapat itu disimpulkan nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan jati diri.

Namun banyak pengamat berpendapat nilai kurang diajarkan secara serius di sekolah sehingga bangsa indonesia tereliminasi didunia internasional. Dicontohkan rendahnya nilai kepribadian yang dimiliki tki yang bekerja di luar negeri menyebabkan bangsa indonesia dipandang rendah oleh negara-negara di dunia.

Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya.

Orang yang sudah mengambil keputusan untuk mencari kesenangan dari uang yang dimiliki seperti melakukan aktivitas nyata untuk berbelanja di mall atau supermarket, tentu saja memberi nilai tambah dari pada berbelanja di toko biasa. Adapun penggunaan waktu dengan gaya hidup merupakan kreativitas individu dalam memanfaatkan waktu yang ada untuk kegiatan yang bermanfaat atau kegiatan untuk bersenang-senang.

Menurut SRI International (1989) salah satu contoh segmentasi psikografis adalah VALS 2. Dalam VALS 2 (Values & Life Style) terdapat dua dimensi yang menjadi titik beratnya, yaitu self orientation dan resources. Resources yang dimaksudkan bukanlah semata-mata materi, tetapi dalam arti yang luas yang mencakup sarana dan kapasitas psikologis, fisik, dan demografis. Dalam perilaku konsumsi yang didorong oleh self orientation terdapat tiga kategori yaitu principle, status dan action.

Self orientation yang bertumpu pada principle, berarti keputusan untuk membeli berdasarkan karena keyakinannya. sehingga keputusannya untuk membeli bukan hanya karena ikut-ikutan atau sekedar untuk mengejar gengsi. Boleh dikatakan tipe ini lebih rasional sedangkan yang bertumpu pada status, keputusannya dalam mengkonsumsi didominasi oleh apa kata orang. Produk-produk bermerek menjadi pilihannya. Bagi yang bertumpu kepada action, keputusan dalam berkonsumsi didasari oleh keinginannya untuk beraktivitas sosial maupun fisik, mendapatkan selingan atau menghadapi resiko.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang di ekspresikan dalam aktivitas, minat, opininya dan dimensi self orientation gaya hidup mencakup tiga kategori yaitu prinsip, status, aksi.

Referensi :
file:///G:/kepribadian-dan-gaya-hidup-tugas.html
Putra-tatiratu.blogspot.com/2008/06/pengertian kepribadian secara umum

Minggu, 12 Desember 2010

Strategi Dalam Targeting Perusahaan

Ada 4 strategi yang dapat di lakukan oleh perusahaan :

1. Undifferentiated targeting strategy
Strategi ini hanya menyediakan satu bauran pemasaran yang akan digunakan untuk melayani semua pasar. karna strategi ini mengganggap suatu pasar sebagai suatu pasar besar yang serupa strategi ini menganggap suatu pasar sebagai satu pasar besar dengan kebutuhan yang serupa.
Perusahaan mengandalkan produksi, distribusi, dan periklanan massa guna menciptakan citra superior di mata sebagian besar konsumen yang akan mereka targetkan.

2. Differentiated targeting strategy
Perusahaan dapat menciptakan beberapa jenis produk yang berbeda. Untuk memenuhi permintaan konsumen yang bervariasi. karena setiap konsumen membutuhkan produk yang berbeda.

3. Concentrated targeting strategy
Perusahaan lebih memfokuskan produknya untuka konsumen yang lebih potensial.

4. Custom targeting strategy
Perusahaan lebih mengarahkan kepada pendekatan individu konsumen.

Variabel Segmentasi

Variabel dalam segmentasi yaitu:

1. Demografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.

2. Psikografis
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain. Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psychografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen.

3. Perilaku
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk

variabel-variabel segmentasi dapat memudahkan kita untuk mencapai target pasar yang kita inginkan untuk produk kita atau target pembeli produk kita.

Kamis, 21 Oktober 2010

HIDUP = SEMANGAT

Hari ini tgl 22 oktober 2010 jam 7.15, saya mendapatkan kata-kata yang oke banget. hahaha
semoga kata-kata ini dapat menjadi inspirasi kita semua :)

1. ada dua cara untuk menghadapi kesulitan : mengubah kesulitan itu atau mengubah diri sendiri untuk menghadapinya (Phyllis Bottome, 1884-1963, novelis Inggris)

2. orang-orang pesimistis melihat kesulitan dalam setiap kesulitan. orang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan (Wiston Churchill, perdana menteri Inggris)

3. jika ingin mengambil, kita harus memberi terlebih dahulu. Inilah awal mula kecerdasan (Lao Tzu, 600-531 SM, filsuf Cina)

4. sukses berkaitan dengan tindakan. orang-orang yang sukses terus maju, pernah membuat kesalahan, namun tidak pernah menyerah (Conrad Hilton, pendiri jaringan hotel hilton)

5. kebahagiaan selalu tampak kecil saat kita mendapatkannya, tapi coba biarkan kebahagiaan itu pergi. saat itulah kita akan merasakan betapa besar dan berharganya kebahagiaan itu (Maxim Gorky, 1868-1936, novelis dan penulis skenario Rusia)

6. jika kita merasa hidup miskin, jangan salahkan kemiskinan itu ; salahkan diri sendiri dan katakan bahwa kita bukan orang yang mampu meraih kekayaan. bagi orang kreatif tidak ada istilah kemiskinan dan tidak ada orang miskin di mana pun tempatnya (Rainer Maria Rilke, 1875-1926, novelis Austria)

7. orang pesimis selalu mempersulit kesempatan yang dimiliki. orang optimis selalu menciptakan kesempatan dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi (Harry S Truman, 1884-1972, presiden ke-33 AS)

8. kunci perubahan adalah melepaskan diri dari ketakutan (ROsanne Cash, penulis dari AS)

9. langkah terbaik untuk mendapatkan ide bagus adalah membuat ide sebanyak mungkin (Randall Jarrel, 1914-1945, pujangga AS)

10. pengalaman bukanlah apa yang terjadi pada kita, tapi apa yang kita lakukan pada kejadian yang menimpa kita (Aldous Huxley, 1894-1963, penulis Inggris)

11. kebahgiaan adalah keharmonisan dari apa yang kita pikirkan, apa yang dikatakan, dan apa yang dikerjakan (Mahatma Gandhi, 1869-1948, pemimipin politik dan spiritual India)

12. ilmu menata pengetahuan, kearifan menata kehidupan (Immanuel Kant, filsuf Jerman)

13. hidup bukanlah tentang menemukan dirimu sendiri. hidup adalah tentang menciptakan dirimu sendiri (George Bernard Shaw, penerima nobel sastra asal Irlandia)

14. buta huruf tentang masa depan bukan bagi mereka yang tidak bisa membaca dan menulis. tapi mereka yang tidak bisa belajar dan meninggalkan belajar (Alvin Toffler, penulis Amerika)

15. waktu tidak akan cukup kecuali kita menyediakannya (Malcolm Forbes, 1919-1990, penulis AS)

16. dalam hidup, pikiran kita bisa menjadi penghalang terbesar, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya (Hillary Swank, aktris AS)

17. kepuasan membuat orang-orang miskin menjadi kaya; ketidakpuasan membuat orang-orang kaya menjadi miskin (Benjamin Franklin,1706-1790, penulis dan diplomat AS)

18. anugerah pertama dalah kehidupan. anugerah kedua adalah cinta. anugerah ketiga adalah pengertian (Marge Piercy, novelis)

19. keberanian sejatinya hanya kerelaan untuk merasa takut terhadap suatu hal, namun tetap menghadapinya (Dr. Robert Anthony, pakar motivasi)

20. salah satu konstan yuang terjadi dalam kehidupan adalah perubahan (Francois de la Rochefoucauld, 1613-1680, penulis klasik Prancis)

21. sesungguhnya manusia telah meraih kebebasan persis saat mengaharapkan kebebasan itu sendiri (Voltaire, 1694-1778, filsuf Prancis)

22. kemarin adalah kenangan hari ini ; besok adalah cita-cita hari ini (Khalil Gibran, pujangga)

23. kegagalan adalah batu loncatan menuju kehebatan (Oprah Winfrey)

24. apalah arti hidup saya jika tidak banyak memberi manfaat kepada orang lain (Johan Wofgang Von Goethe, penulis Jerman)

25. kehidupan kita hanya kan membaik ketika kita mengambil resiko dan resiko pertama serta tersulit yang bisa kita ambil adalah bersikap jujru kepada diri kita sendiri (Walter Anderson, editor majalah parade)

26. memiliki pikiran yang indah mungkin hal yang baik, tapi anugerah yang paling besar adalah menemukan hati yang bersih (Russel Crowe)

27. ketika kita menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta menyatu membantu kita mewujudkannya (Paulo Coelho, novelis Brazil)

28. janganlah menangis saat matahari menghilang sebab air mata tak akan membiarkan kita melihat bintang-bintang :) (Violetta Parra, 1917-1967, pencipta lagu asal Cile)

29. kemenangan paling berharga dalam hidup bukanlah tidak pernah gagal, tapi bagaimana kita bisa bangkit setiap kali menemui kegagalan (Nelson Mandela, presiden Afrika Selatan, peraih nobel perdamaian)

30. tak seorang pun dapat membuat kita rendah diri, kecuali kita sendiri mengizinkannnya (Eleanor Roosevelt, 1884-1962, diplomat AS)

31. mengetahui sisi gelap dalam diri kita adalah hal yang paling baik untuk menghadapi sisi gelap orang lain (Carl Gustav Jung, 1875-1961, psikiater Swiss)

32. energi positif dan negatif bisa ditukar seperti perdagangan yang adil, semakin banyak yang diberikan, semakin banyak pula yang diterima (Master Jin Kwon, guru seni bela diri Korea Selatan)

33. optimisme adalah keberanian moral sesungguhnya (Sir Ernest Henry Shavkleton, penjelajah legendaris dari Inggris)

34. jika kita termasuk orang sedang menunggu datangnya peluang, kita adalah bagian dari manusia pada umumnya (Edwar de Bono, psikolog, penulis, dan konsultan asal Malta)

35. tiap orang pasti memiliki ide. namun, hanya mereka yang berbuat sesuatu untuk merealisasikan ide tersebut yang dapat membuat perbedaan (Nolan Bushnell, pengusaha, pendiri Atari Inc dan Chuck E Cheese)

36. SEMANGAT adalah salah satu mesin terkuat kesuksesan. ketika kita melakukan sesuatu, lakukanlah sekuat tenaga. curahkan seluruh jiwa. tandai dengan kepribadian sendiri. jadilah aktif, energik, bersemangat dan setia, dan kita akan mencapai tujuan. tak ada hal besar yang dicapai tanpa semangat (Ralph Waldo Emerson, penulis essay dan pujangga Amerika )

semoga hidup kita menjadi lebih baik kawan (^.^). tetap semangat untuk menjalani hidup.
Terimakasi Allah, telah memberikan karunia dan kesempatan untuk hamba hidup sampai hari ini.
i love you mampap love you so much.

Selasa, 19 Oktober 2010

Teknik Pendekatan Untuk Mempengaruhi Keputusan Konsumen

Teknik – teknik pendekatan untuk mempengaruhi keputusan konsumen :

1.Teknik Pendekatan Stimulus Respon
Teknik ini merupakan teknik penyampaian ide-ide atau pengetahuan tentang suatu produk dan merek kepada konsumen agar konsumen tertarik atau termotivasi untuk mengambil keputusan membeli produk-produk yang disampaikan tersebut.

2.Teknik Pendekatan Humanistik
Teknik ini merupakan teknik pendekatan yang bersifat manusiawi. Dalam teknik ini keputusan membeli sepenuhnya diserahkan kepada konsumen yang bersangkutan.

3.Teknik Pendekatan Kombinasi antara Stimulus-Respon dan Humanistik
Teknik ini merupakan teknik pendekatan dari hasil kombinasi antara teknik stimulus-respon dan teknik humanistik.

4.Teknik Pendekatan Dengan Komunikasi yang Persuasif
Teknik ini merupakan teknik pendekatan dengan. menggunakan komunikasi persuasif.

*Referensi : http://unyilcindy.wordpress.com/2010/10/14/tugas-softkill-minggu-4/

Kesimpulan dari tulisan diatas adalah dalam mempengaruhi konsumen yang dapat kita lakukan adalah menjelaskan tentang produk tersebut secara menarik, mengambil hati para pembeli dengan komunikasi yang baik dan benar. Agar peroses penawaran peroduk berjalan dengan lancar.

Senin, 18 Oktober 2010

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen


Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniard dalam Saladin (2003 : 19) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :

Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.

Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.

Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.

*REFERENSI : http://teddykw2.wordpress.com/2008/03/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen/

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari blog ini adalah faktor-faktor dari pengaruh pembelian konsumen banyak di pengaruhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologi. jadi keingina dan kebutuhan konsumen dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Pendapat saya tentang blog ini adalah bagus dan dapat memudahkan saya untuk mengerti tentang pengaruh perilaku konsumen dengan baik.